Popular Post

Cara Terhindar Dari Friendzone

By : Story Of Life




 Hii... Suya is back... (efek heboh), beruntunglah kalian yang telah menanti nanti postingan selanjutnya (padahal gak ada yang nungguin). Yah maklum lah sekarang gue kuliah dan disibukan dengan tugas yang numpuk banget (kenyataan) serta pacar super banyak yang selalu menyita waku ini (khayalan). Ok daripada nanti kalian semakin malas dengan pembukaan aneh ini dan berkata “WTF ngapain nih anak” , langsung aja kita mulai pokok bahasan yang menurut gue penting banget ini. Banyak kawula muda terutama cowok yang nangis di dalam hati karena sering terkenal friendzone, brotherzone, abangzone,mintapulsazone, ojekzone serta berbagai zone aneh lainya. Langsung aja kita bahas, “cara terhindar dari friendzone”. Check it dot guys:
1.     Terlalu baik
Sinta: Eh pri, besok nonton yuk. Bayari yeee
       Supri: Iyaaaaaaaaaa, apa sih yang gak buat lo
Sinta: ok

Supri yang  mau bales bbm dari Sinta langsung mengurungkan niatnya karena Sinta Cuma bilang ok. (bahkan mas mas KFC lebih perhatian kalo gue habis beli paketan ayam daripada balesan bbm ini). Tapi biarlah, Supri selalu tak menyerah jika urusan Cinta. Ketika hendak sampai di bioskop, seperti di film cinta kebanyakan. Supri berisiniatif memegang tangan Sinta dengan penuh kasih. Ketika tangan masih bersenggolan sontak Sinta berteriak “Ihh apaan lo, najis banget sumpah” Supri pun langsung terdiam membeku. Supri tak menyerah begitu saja. Sesampainya di bioskop dia langsung berbicara dengan mbak mbak kasir dengan penuh semangat

Supri: “Mbak saya mau nonton di bangku yang paling bagus (padahal bangku bioskop semuanya sama lo) n beli popcorn dan minum yang paling mahal juga untuk saya dan kekasih” ucap supri yang diselingi dengan tatapan jijik Sinta
 Mbak bioskop (nama disamarkan):” I..iiya mass” ucapnya dengan terbata bata. 
Kaget kenapa ada orang jelek mesen tiket dengan begitu bersemangat seperti ini.

 Sesampainya di Bioskop Supri malah sibuk memandang wajah Sinta mengacuhkan Film yang sedang diputar. Sinta yang mengetahui hal ini tak memperdulikan dan fokus ke film. Setelah Film berakhi mereka pun pulang menaiki mobil kebanggan Supri (mobil senyawaan tentunya dengan uang tabungan makan indomie 1 minggu). Sesampainya di depan rumah Sinta Supri langsung bertindak sok romantis seperti cerita FTV SCTV dengan harapan hati Sinta akan terenyuh. Dia bilang, “makasi ya buat hari ini, aku seneng banget” ucapnya dengan gaya bicara khas lelaki jantan yang langsung dibalas dengan Sinta masuk pintu rumah tanpa rasa berdosa.

 Ok dapat kita simpulkan di sini Supri terlalu baik sehingga menimbulkan Sinta menjadi risi (selain faktor  jelek). Seriusan, baik sih boleh tapi jangan terlalu yaa. Kalo doi chat usahain balesnya dilamain aja, 5 menitan gitu. Biar dia gak ngerasa kalo lo suka gitu. Because woman love teka teki. Misterius gitu lah intinya. Eits tapi di sini gue juga gak menyarankan kalian jadi jahat loo ya. Just be yourselves tapi jangan permintaanya cewek apa apa lo turutin, gitu deh yaa.

2.     Tempat Curhat
Setelah insiden tragis di bioskop kemarin Sinta mengirim pesan  bbm kepada Supri
“pri gue galau, sini main  ke rumah gue”
 “S.. siap Sin” Ucap Supri dengan amat senang
“Galau kenapa Sin? Tanya Supri penuh penasaran
“Jadi gini, lo tau kan pacar gue Aldo yang super ganteng itu. Belakangan ini dia jadi cuek banget gitu. Sekarang gue baru tau kalo Aldo ternyata tertarik dengan mbak mbak counter pulsa depan rumahnya. Gue harus gimana pli (Sinta terlalu sedih hingga salah menyebut nama Supri, harusnya kan pri dipanggilnya, gak ngaruh juga sih aslinya, lo emang gak penting pri)

Supri pun begitu bersemangat dan menggagap kesempatan ini sebagai ajang pembuktian bahwa dia selalu ada untuk Sinta. Berbagai petuah khas mario gaguh dilontarkan Supri selama hampir 2 jam. Sinta pun merasa tenang mendengar celotehan Supri. Supri senang, Sinta senang dan keadaan sepertinya akan sesuai dengan rencana . Keesokan harinya saat Supri sedang jalan santai  di sebuah taman terlihat 2 orang remaja tanggung sedang bergandengan tangan penuh kemesraan. Pagi hari ini tampak begitu cerah dengan kehadiran pasangan muda mudi yang tampak sangat serasi ini. Tampan dan cantik, saling melengkapi. Supri yang melihat pemandangan itu langsung kaget, dia melongo sangat lebar hingga gigi tak beraturanya sangat tampak dengan jelas. Iya benar, Sinta dan Aldo lah pasangan serasi itu. Sinta yang akhirnya berpapasan dengan Supri itu dan berkata “makasi yaa pli (masih salah nama) berkat saran lo kemarin malam gue jadi baikan sama Aldo, lo emang SAHABAT TERBAIK gue deh”

Ngerti kan apa yang harus lo lakuin dari kisah Supri itu. Gitu lah intinya yaa

Sekian dulu tips dari gue, sudah penuh soalnya tulisanya, hehe. Takut kalian makin malas baca cerita ini. Intinya gimana yaa,bentar gue bingung (mikir sesaat). Ya lo jangan terlalu baik ke cewek, lo harus tarik ulur sama dia, kayak layangan gitu lah. Dan jangan biasain dia curha ke lo, apalagi soal mantan. Buatlah percakapan yang mengarah ke lo berdua. Dia dan kamu. Bukan ngomong yang lainya. Ah tapi seperti kata bang tere liye, bahwa cinta sejati tuh gak ribet, kalo ribet ya itu bukan cinta sejati, dan lo tau dong apa yang harus dilakukan?

Tag : ,

Benarkah Cinta Itu Ada

By : Story Of Life



“Benarkah cinta itu ada jika kau sering disakiti oleh hal ini. Benarkah cinta itu ada jika kau tak percaya akan keindahanya. Benarkah cinta itu ada jika kau tak pernah dicintai. Ah lebih parahnya, benarkah cinta itu ada jika kau tak pernah mencintai dan menyanyangi”
“Huaa, kenapa semua cowok di bumi ini jahat Ma?”
“Jahat, ah gak juga, mungkin kamu aja yang kurang cinta ke cowok itu” Elak ibuku seketika
“Ah mama mesti kok, jika ada cowok jahat selalu nyalahin aku”
Gue Rika, dan selalu dikecewain cowok dalam hidup. Padahal menurut para temen gue juga bukan anak yang buruk rupa kok. Tak jarang juga yang bilang cantik, malahan jadi primodona kelas gue itu.. “Ayo Rik nonton, ayo Rik Hangout” Kumpulan kaliamt itu sudah teramat sering gue dapatkan.
“Bukan begitu, baiklah mama akan menceritakan sebuah dongeng tentang cinta dan kehidupan”
“Yah, cerita lagi. Nanti ujung ujungnya membosankan pasti”
“Kamu itu, coba dengarkan dulu baru komentar” Sergah Ibuku
Terdapat 3 kerajaan terbesar pada suatu zaman. Kerajaan tersebut diberi julukan kerajaan air, angin dan api. Ketiga kerajaan tersebut saling bersaing untuk menjadi yang terkuat dan terbaik. Setiap kerajaan memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Namun nampaknya kerajaan api sedikit lebih unggul dari kerajaan lain. Kalian tahu kenapa? Jika dilihat sekilas tak ada yang istimewa di kerajaan ini, penduduknya tak sekuat kerajaan angin, tak sepintar keraajan air pula. Kerajaan ini juga tak seberapa luas tempatnya, jauh dibandingkan 2 kerajaan yang terlihat luas dan megah. Lantas apakah rahasianya? Dari desas desus yang beredar, ternyata rahasianya yaitu penduduk di kerajaan api sangatlah ramah, jika ada orang baru berkunjung di sana mereka tak segan menyambutnya dengan amat bauk dan sopan, ah iya selain penduduk ada 1 rahasia utama mengapa kerajaan ini amat disegani oleh dunia.
***

Saat itu masih jam 2 malam, keadaan masih amat sunyi dan sepi. Terlihat sinar bulan dan bintang bersatu membentuk harmoni yang indah. Saat di mana setiap manusia sibuk tidur dan mengurus mimpinya masing masing.
“Ayo Bu, dorong terus sebentar lagi keluar, dorong terus”. Sayup sayup terdengar suara di suatu tempat
Rumah sakit itu tak terlalu luas, lebarnya mungkin hanya seperempat dari rumah layak huni jaman sekarang. Jumlah dokter dan suster yang bertugas juga sangat sedikit, bahkan bisa dihitung dengan jari. Dengan keadaan seperti ini, tentu teramat merepotkan jika banyak pasien sakit mendadak dan harus segera dirawat. Pria ini terlihat tegang sekali, sudah 2 kali dia mondar mandir di tempat yang sama dengan tujuan tak jelas. Nampaknya dia sudah lelah karena terlalu lama menunggu. Wajahnya juga memancarkan kekawatiran luar biasa, mungkin sudah banyak pikiran negatif yang timbul di otak pria malang  ini.
“Oek, oek….” Tiba tiba terdengar suara tangis amat keras di ruang persalinan
“Alhamdulilah bu, anaknya sudah lahir dengan selamat dan sempurna” Ucap salah satu suster teramat senang
Suasana hening, sang Ibu tak kunjung menjawab ucapan selamat dari perawat, sekoyong koyongnya perawat yang baru saja amat senang sekarang terlihat sangat terkejut dan tak bisa apa apa, begitu pula dengan pria yang berwajah tegang tadi.
Keluarga ini sudah menikah selama 15 tahun, namun tak kunjung dikaruani seorang anak. Pasangan ini sangat sempurna. Gagah, bijaksana, putih, tinggi, cerdas serta hal indah lainya melekat di diri sang pria, sementara kriteria yang diidamkan oleh hampir semua cowok di bumi cukup menggambarkan ciri ciri sang wanita. Mereka pasangan yang saling mencintai satu sama lain, di suatu siang yang cerah tiba tiba sang istri mendadak muntah dengan alasan tak jelas.  “Ah palingan juga cuma masuk angin”. Batinya saat itu. Si suami yang khawatir langsung saja membawa ke dokter, dan hasil pemeriksaan amatlah mengejutkan, Perempuan itu tenyata hamil! Si pria terlihat amat senang.

“Semoga saja istriku tak meninggal” Guman pria dalam hati
Firasat negatif itu ternyata benar terjadi, Si wanita sempurna itu akhirnya meninggal dengan tenang setelah melahirkan anak yang tampan. Sang pria dan suster sampai tak bisa berkata apa apa melihat kejadian ini terjadi dengan amat cepat.
Begitu membuka matanya untuk pertama kali, bayi itu justru tak melihat siapapun yang ada di dekatnya, dia juga tak dibacakan azan oleh sang Ayah, keadaan yang begitu aneh untuk bayi yang baru lahir.
“Apa yang kau cari dalam hidup ini? Kebahagiaan atau kebencian, bukankah keduanya sebetulnya sama saja. Diperlukan hati yang bersih untuk menyadarinya Yakinlah, hanya  cinta tulus  dapat mensucikan hati yang bahkan sekeras batu sekalipun” Bisik sang perempuan sangat pelan
“Sial, lagi lagi aku mengalami mimpi yang sama” Gumanya dalam hati. Dia bernama Dewa, anak dari pria gagah tadi. Dan sekarang sudah berusia 5 tahun. Dalam perkembanganya, dia sama sekali tak merasakan kasih sayang dari seorang Ibu dan tak tau ibunya siapa, tak heran bila Dewa sudah dapat bicara kasar saat usia masih sangat kecil
“Dasar anak tak berguna, bisanya cuma tidur doang. Cari sekolah sana, sudah teramat  muak saya melihatmu.” Bentak sang pria gagah itu suatu ketika
Sang pria gagah sangat kasar kepada Dewa, dia masih depresi dengan kematian istrinya yang begitu mendadak dan cepat. Pria ini mendidik dewa dengan teramat keras, bayangkan saja di usia yang masih 5 tahun Dewa disuruh mendaftar SD sendiri.
Seperti jaman sekarang, hutan ini juga menerapkan pendidikan. Pemerintah juga mewajibkan belajar, bedanya pemerintah Cuma mewajibkan belajar selama 7 tahun di sini. Pendidikan dibagi menjadi 3 tahap. Yaitu sekolah dasar, sekolah menengah serta sekolah ketrampilan. Di sekolah dasar para siswa diajari cara berburu, cara membaca dan menulis serta cara berbicara, di sini diwajibkan belajar selama 3 tahun. Pada sekolah menegah, diajarkan cara berinteraksi antar siswa, cara bertanggung jawab dan bersikap dengan sopan serta cara menghormati orang lain. Dan pada tahap terakhir, diajarkan cara untuk menjadi mandiri, cara berburu tahap akhir serta dipersiapkan untuk menjadi pemimpin bagi hutan ini.
Sekolah ini terlihat amat indah, berada di tengah tengah gunung dan hamparan sungai bening membuat hati setiap orang yang melihatnya menjadi amat tentram, siswanya juga sangat rupawan dan menawan. Cocok sekali sekolah ini dilabeli menjadi unggulan. Para staf guru dan pengajar di sini juga amat ramah, di sini juga sediakan banyak jajanan untuk megeyangkan perut. Keadaan yang sangat sempurna. Dan yang lebih mengejutkan lagi, Dewa mengetahui semua hal ini dengan mencarinya sendiri tak dibantui siapapun. Di usia sekecil ini jiwa mandarinya sudah sangat terlihat, hal itu mungkin karena didikan keras dari sang Ayah
“Hei, bagi duit dong. Gue lapar nih” Gertak Dewa suatu siang
“Ampun kak, saya cuma punya duit segini” Ucapnya dengan amat tegang sembari mengeluarkan beberapa uang receh.
“ Gak papa, ini cukup kok buat makan, hahaha” Tawanya sembari meninggalkan pergi junior tadi.
Dewa sekarang sudah kelas 3 di sekolah dasar, dia murid yang sangat pintar dan pemberani. Di usia sekecil itu dia sudah pandai membaca, berhitung serta berburu binatang. Ah iya dia juga bisa bertanggung jawab serta cara bersosialisasi dengan baik, hal yang harusnya dipelajari ketika sekolah menengah. Para guru sangat keheranan dan kagum  dengan kemampuanya, namun di balik sifat kagum ternyata tak seikit pula staf guru yang tak senang dengan sikap Dewa. Dia sudah sering sekali bertingkah kasar serta memalak adik kelas seperti yang dilakukanya siang tadi. Sifat kasar dari pria gagah sukses menjadikan Dewa anak yang kasar serta gila hormat.
“Ibu, ada permen lezat, aku belikan yaa, ya ya? Rengek seorang murid ketika pulang sekolah
“Tentu nak, ini untuk kamu” Jawab Ibunya sambil memberikan permen lollipop yang terlihat lezat.
“Wah makasi Bu” Ujar sang anak sembari memeluk Ibunya.
Dewa yang tak sengaja melihat pemandangan itu tanpa sadar menetaskan air mata, walaupun Sang pria gagah tak memberiatukan bahwa wanita cantik itu telah tiada, dewa dapat mengetahui keadaan sebenarnya berkat kecerdasan otaknya yang amat sangat. “Tes, tes, tes” tak lama setelah air mata itu menetes ke tanah, langit juga ikut menangis, hujan pun turun. Ah langit juga dapat memahami perasaanku ternyata, ujar Dewa dalam hati.
“ A.. Aku suka kamu wa, ma.. maukah kau terima bunga ini” Ucap seorang cewek teramat gugup di suatu pagi yang cerah
“ Ha.. Apa aku gak denger? Ucapnya teramat angkuh
“ Aku Suka ka.. kamu !!! Ujarnya sedikit lebih keras namun sangat malu mengatakanya
“Ga penting lo itu, kasih aja bunganya ke cewek lain” Ujarnya lantas pergi meninggalkan wanita pembawa bunga itu
 Begitulah Dewa, karena tumbuh tanpa kasih sayang seorang Ibu. Jadilah dia pribadi yang tak mengindahkan kasih sayang dan cinta. Baginya itu semua hanya omong kosong belaka dan tak berguna. Didikan keras dari Pria gagah itu sukses membuat hatinya sekeras batu sekarang. Dia lebih senang mendapatkan rasa hormat dibandingkan rasa cinta, tak heran bila dia berlagak preman di sekolah.
“Seperti seseorang yang sepotong hatinya pernah patah, perlahan lahan dia akan lupa cara mencintai itu bagaimana serta lupa keindahan mencintai itu seperti apa, hatinya akan menjadi sekeras batu dan tak suci lagi. Diperlukan cinta sejati untuk menyembuhkan penyakit seperti ini”
Karena kepintaran dan ulah dibuatnya, akhirnya pihak sekolah meluluskan Dewa hanya dengan waktu 2 tahun. Kehidupan di Sekolah menengah juga sama saja, dia masih mencari sekolahnya sendiri. Sekolah menengahnya pun terkenal di hutanya. Hawa sejuk, tempat luas, para murid cantik dan tampan serta staf guru juga teramat baik. Namun sifat Dewa sama sekali tak berubah, walapun dia masih sangat jenius, namun sifat gila hormat dan nakalnya makin menjadi jadi. Dia jadi makin sering malak, seniornya malah ini yang diperlakukan begitu. Perbuatan yang sangat berani. Singkat cerita pihak sekolah pun pusing dan langsung saja meluluskan Dewa hanya dengan waktu 2 tahun seperti ketika sekolah dasar.
 Bersambung Guys. Kalo ingin tahu kelanjutan kisahnya silakan beli novel "Derita Cewek Jelek" di Togamas kebun binatag yaa :-)
Tag : ,

Thanks for 5000 viewer

By : Story Of Life





 Makasi kalian uda mau repot repot baca tulisan yang bisa dibilang gak penting ini...

 Makasi kalian uda mau konsisten jadi pembaca setia yang buat blog ini semakin berkembang tiap harinya..

 Thanks buat fans yang selalu dukung karya ini hingga sebanyak ini pengunjungnya (menurut gue pribadi sih)..

 Makasi juga buat haters yang setia jadi penggemar yg kadang lebih tau tentang gue daripada fans biasa..

 Makasi buat kalian, yang kasih dukungan dan percaya kalo gue bisa buat karya bagus..

 Makasi juga buat Guru B Indo, yang dulu sudah hilangin tulisan pertama gue. Tanpa Ibu, blog ini gak akan pernah terbentuk... Thanks a lot..

 Tak lupa thanks buat para wanita di sana yang telah atau sempet PHP in gue sehingga buat cerita di sini lebih berkembang..
  
Makasi juga buat Dewangga, yang ajarin cara ngeblog dan editin tampilan blog ini..

 Yah gue emang gak bisa bikin kata kata indah hingga kalian tersanjung pada tulisan ini. Tapi intinya gue hanya ingin sampaiin ucapan terima kasih yang tulus kepada kalian semua pengunjung setia blog ini, big thanks for you guysssssss......... :-D
Tag : ,

Kisah Cahaya Bintang

By : Story Of Life





 Orang bilang bintang terletak sangat jauh di sana. Di antara langit malam dan tak mungkin terlihat jelas oleh penglihatan manusia

 Kadang terpikir olehku, darimanakah indah sinar bintang itu berasal? Apakah dapat kugapai dan kusimpan untuk diriku kehangatan sinarnya?

 Sampai aku bertemu denganmu. Keindahan yang tak dapat dilukiskan oleh pelukis terhebat sekalipun

 Dirimu memang tak bersinar seperti bintang, namun di matamu ada sesuatu. Sesyatu yang tak pernah kutemui di sepasang mata yang lain, bagai bintang indah yang bersinar di repupnya malam

 Namun ada yang aneh. Dari sekian keindahanmu itu, kau selalu murung, memandang segala hal dengan pesimis. Seakan kau tak bisa melakukan hal berguna untuk dirimu ataupun orang lain

 Tak sadarkah kau bahwa dirimu memiliki sinar? Mengapa engkau memilih untuk meredamkan sinarmu? Bila ku bisa membuat dirimu kembali bersinar, matamu kembali berbinar, tentu sudah kulakukan!

 Tapi adaya, aku hanyalah sebuah lentera lampu yang bersinar  di malam hari. Sinarku redup, tak seperti kau. Namun aku mampu melihat dunia dengan pemikiran positif. Berani mengambil resiko dalam hidup, tak seperti kau yang selalu takut menantang dunia

 Mungkin duniaku dan duniamu berbeda. Maafkan diriku yang mungkin sama sekali tak mengerti apa yang menjadikan “bintang” itu redup. Tapi percayalah padaku, janganlah kau takut menghadapi kehidupan ini. hidup memang jahat, memang kejam. Namun simpanlah semua yang baik dalam hatimu, niscaya sinar itu akan selalu terpancar di matamu

Aku selalu mengagumi. Seringkali ku diam diam melihat fotomu di kala malam menjelang. Seingkali ku mendengar suaramu di antara semua gaduhan malam ini. Aku mengagumi dalam diam dan sepi

 Namun aku tak ingin seperti ini terus. Aku ingin kau ada jauh di sana, seperti bintang yang kulihat dari kejauhan. Aku ingin kau ada di sampingku, menerangi hatiku bagaikan lentera kecil yang redup namun sinarnya sungguh berharga.

 Sampai hari itu, kulihat kau bergandeng tangan denganya. Saling menatap memadu kasih. Sial! Nampak sangat serasi. Dia yang akhirnya bisa membuatmu berani menantang dunia, dia yang juga tak sempurana sepertiku. Namun dia lebih berani mengambil resiko dengan mendekati sinar sempurna sepertimu

 Aku ingin menyalahkan diriku sendiri, yang Cuma “lentera kecil”, kemana mana dibawa oleh manusia. Tidak sepertimu “bintang” nun jauh disana, begitu jauh dariku. Begitu bebas, begitu lepas. Tak kusangka ternyata kita begitu jauh dari satu sama lain, benar saja bahwa kau tak bisa melihatku! Oh, atau kau harus ku koreksi, bahwa kau tak ada keinginan untuk melihatku, setitk saja? Tidakkah dari sana kau melihat diriku yang bersinar sayup sayup?

 “Cantik sekali kau lentera malam” uajr sang cahaya sempurna itu. Walaupun sudah punya kekasih, namun tetap saja aku masih mengagumimu. Di malam hari aku selalu keluar rumah dan mencuri pandang ke arahmu yang berdiam diri di sana, dengan ekspresi seperti itu. Aku selalu berharap kau menyapaku suatu saat kelak

 NB: Yee, akhirnya tulisan baruku keluar juga setelah sekian lama vakum. Big Thanks buat Livia Tanujaya mahasiswi cantik psikologi dari UBAYA yang telah menyumbangkan idenya untuk sebagian isi dari cerita ini, thanks for your timeeeeeee :-D






Tag : ,

- Copyright © Cerita Remaja - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -