Showing posts with label Liburan. Show all posts
Penanggungan, Pendakian Tak Terlupakan
By : Story Of Life
Hi, jumpa lagi dengan penulis paling kece dan
ditunggu abad ini (pengandaian). Mumpung sekarang lagi musim liburan, kali ini
gue akan bahas pengalaman liburan konyol dan memalukan yang gue alami
belakangan ini. Lusa kemarin gue baru saja mendaki gunung yang kata orang
jalanya sangat terjal, yak benar sekali. Gunung itu sering dinamakan gunung
kembar (eh, salah fokus) masutnya gunung penanggungan.
Dalam keberangkatan ini, gue ditemani dua
teman cupu yang entah berasal dari planet mana yang bernama dio dan elga. Temen
geblek 2 orang ini akan menjawab pertanyaan kalian mengapa gue di awal bilang
perjalanan mendaki ini bakalan sangat konyol. Mari kita flasback h-1 sebelum
pendakian hina ini terjadi
Hari itu masih bisa dibilang siang, ketika
matahari sangat bersemangat menyinari bumi yang bundar ini. Hp ku tiba tiba
berbunyi agak nyaring, setelah kucek dan mengira itu hanyalah sms dari operator
ternyata salah, sepucuk pesan line sudah terpampang jelas di dasbord hp butut
ini, yang berisi:
Dio: Woy, Tenda wes siap
engkok jemputen jam 1 yo?
Me: Ok bro
Fix, masalah tenda sudah selesai. (pikir gue
sesaat). Begitu malam harinya, Dio dan Elga memutuskan untuk menginap di rumah
gue. Tanpa disangka dan diduga, dua temen gue yang super aneh ini baru belajar
memasang tenda di malam hari h-1 sebelum keberangkatan, perasaan gue semakin
tidak menentu. Sempat berfikir membatalkan niat pendakian nista ini, tapi semua
barang sudah dipesan, jadi apa boleh buat lah -_- .
Dengan keterpaksaan yg
amat sangat, akhirnya gue putuskan untuk berangkat pagi itu (mungkin ini adalah
keputusan ternekat di hidup gue). Saat sampai di tol malang sekilas semuanya
tampak lancar dan aman, jalanan lumayan sepi saat itu. Sampai sebuah percakapan
bodoh terjadi
Me: yo, kmu tau arah jalan penanggungan?
Dio: lo gak sur, tak kira kmu yang tau. Ga kmu tau gak?
Me: yo, kmu tau arah jalan penanggungan?
Dio: lo gak sur, tak kira kmu yang tau. Ga kmu tau gak?
Elga: leh, gatau juga
aku -_-
Me: lah, trus ya opo
iki (suasana mulai menegang)
Dio: wes pake google map aja.
Ah ide bagus, tumben anak ini punya ide brilian, pikir gue.
Harapan kita pun ditumpahkan kepada mesin yg katanya canggih bernama google map. Hmm, awal perjalanan tampaknya bakal lancar tanpa hambatan. Namun di tengah perjalanan tiba tiba google map nya mulai labil seperti cewek pms. Dia mulai menunjukan arah yg ngawur serta error di tengah perjalanan. Shit, seketika gue panik. Gue coba noleh ke belakang untuk bertanya kepada dua teman terpercaya ini,
"yo, ya apa ini. Lewat mana kita" tanyaku dengan penuh harap.
Gue heran, kok gak ada jawaban. Begitu gue toleh, tanpa disangka dua temen kampret ini malah tidur pulas seperti bayi baru lahir yg tak berdosa. Saat itu, terus terang gue nyesel, mungkin ini adalah keputusan terburuk yg gue ambil dalam hidup. Dengan sangat terpaksa, gue lanjutkan perjalanan ini sendirian. Mana macet lagi saat itu, jalanan nanjak juga. Sempurna penderitaan ini. Saat pertengahan jalan dan sudah mau sampe taman ndayu malang, dua temen kampret ini mendadak bangun dan bertanya "wes nyampe ta sur". (Sabarkanlah hati ini tuhan)
Guna memperpendek durasi dan menghindari kebosanan akut, langsung saja kita mempersingkat cerita, ketika hampir sampai ke penanggungan, para temen ajaib ini bilang
"Sur, ya opo kalo kita parkiran di ubaya aja?
"Lah, emang boleh?
"Boleh lah, pakai ktm ubayamu aja lo"
Gue sih percaya percaya aja, begitu sampai UTC gue dengan pd menyerahkan ktm ubaya tercinta. Satpam yg berjaga pun berkata
"Ada keperluan apa ya mas" tanyanya
"Emm, kita mau titip parkir di sini buat ndaki penanggungan"
"Maaf mas, dalam rangka apa ya ini?
Dengan bodohnya gue jawab "gak ada apa apa sih pak, pingin nitip mobil aja.
Dan sang satpam pun menjawab dengan penuh kesabaran "maaf mas, jika tak ada keperluan gak bole parkir di sini, terus aja nanti ada parkiran mobil kok"
Sumpah malu abis gue, dio dan elga cuma bisa nyengir kuda saat itu. Hmm, pendakian di penanggungan memakan waktu sekitar 5 jam an total semuanya. Pos ke satu sampai empat berhasil kita tempuh tanpa halangan berarti. "Gila, cemen banget nih gunung" pikir gue.
Di pos 4 terlihat begitu banyak orang yg berkumpul ketika kita beristirahat, gue spontan aja tanya
"Setelah pos ini susah ta bang medanya" tanya gue dengan percaya diri
"Wah susah dek, harus merangkak gitu naiknya.
Sepintas gue pikir cupu banget si abang, gak mungkin lah sampe merangkak, ngibul nih pasti.
Saat itu sekitar pukul lima sore saat pendakian ke pos bayangan dimulai. Gue yg awal yakin pendakian bakal berakhir mudah seperti pos sebelumnya dikejutkan dengan kebenaran omongan sang abang. Merangkakkk ndakinya . Jalan berbatu, gelap, kanan kiri jurang sontak membuat pendakian samgatlah sulit. Namun efek positifnya semua orang yg mendaki kala itu saling bekerja sama dan membantu satu sama lain. "Sumpah, rasa capek tidak kerasa jika suatu kesulitan dilakukan secara bersama"
Ketika hendak mencapai puncak bayangan kaki gue sempet kram, Sakit banget. Beruntunglah ada mas mas yang gue gak tau namanya dengan baik hati nolongin gue yg merana ini. Gila, gue kagum banget dengan kekompakan para pendaki ini, salut deh pokoknya. Singkat cerita, begitu sampai di puncak bayangan udara di sana sangatlah dingin dan kita pun memutuskan untuk segera membangun tenda. Nah, di sini kegoblokan dua temen super ini terjadi. adegan memasang tenda yang harusnya memakan waktu yg sangat singkat dan simpel menjadi sangat lama, hampir 2 jam adegan pasang tenda ini terjadi. Kualitas tenda pun sangatlah buruk, berkali kali angin kencang hendak merobohkan tenda bobrok di malam itu.
Hmm, di pagi harinya gue dan dio memutuskan mendaki Puncak asli (minus elga karena dia mengeluh kakinya terkilir) Puncak yg terlihat oleh mata sangat dekat begitu didaki sangat terjal (persis seperti perasaan cewek, kadang tak sesuai dengan yg terlihat). Gila susah banget ndaki puncak asli, udara yg sangat tipis serta jalan yg lebih berbatu dan terjal daripada puncak bayangan, membuat gue sempat hendak menyerah. Namun Dio dengan baik hati mengingatkan gue sangatlah eman sekali jika menyerah di tengah jalan seperti ini. Akhirnya dengan kemauan keras serta dukungan dio alhamdulilah dgn tenaga yg tersisa serta wajah yg lusuh semua gue berhasil mendaki puncak gunung untuk pertama kalinya,yeyyy☺
Dio: wes pake google map aja.
Ah ide bagus, tumben anak ini punya ide brilian, pikir gue.
Harapan kita pun ditumpahkan kepada mesin yg katanya canggih bernama google map. Hmm, awal perjalanan tampaknya bakal lancar tanpa hambatan. Namun di tengah perjalanan tiba tiba google map nya mulai labil seperti cewek pms. Dia mulai menunjukan arah yg ngawur serta error di tengah perjalanan. Shit, seketika gue panik. Gue coba noleh ke belakang untuk bertanya kepada dua teman terpercaya ini,
"yo, ya apa ini. Lewat mana kita" tanyaku dengan penuh harap.
Gue heran, kok gak ada jawaban. Begitu gue toleh, tanpa disangka dua temen kampret ini malah tidur pulas seperti bayi baru lahir yg tak berdosa. Saat itu, terus terang gue nyesel, mungkin ini adalah keputusan terburuk yg gue ambil dalam hidup. Dengan sangat terpaksa, gue lanjutkan perjalanan ini sendirian. Mana macet lagi saat itu, jalanan nanjak juga. Sempurna penderitaan ini. Saat pertengahan jalan dan sudah mau sampe taman ndayu malang, dua temen kampret ini mendadak bangun dan bertanya "wes nyampe ta sur". (Sabarkanlah hati ini tuhan)
Guna memperpendek durasi dan menghindari kebosanan akut, langsung saja kita mempersingkat cerita, ketika hampir sampai ke penanggungan, para temen ajaib ini bilang
"Sur, ya opo kalo kita parkiran di ubaya aja?
"Lah, emang boleh?
"Boleh lah, pakai ktm ubayamu aja lo"
Gue sih percaya percaya aja, begitu sampai UTC gue dengan pd menyerahkan ktm ubaya tercinta. Satpam yg berjaga pun berkata
"Ada keperluan apa ya mas" tanyanya
"Emm, kita mau titip parkir di sini buat ndaki penanggungan"
"Maaf mas, dalam rangka apa ya ini?
Dengan bodohnya gue jawab "gak ada apa apa sih pak, pingin nitip mobil aja.
Dan sang satpam pun menjawab dengan penuh kesabaran "maaf mas, jika tak ada keperluan gak bole parkir di sini, terus aja nanti ada parkiran mobil kok"
Sumpah malu abis gue, dio dan elga cuma bisa nyengir kuda saat itu. Hmm, pendakian di penanggungan memakan waktu sekitar 5 jam an total semuanya. Pos ke satu sampai empat berhasil kita tempuh tanpa halangan berarti. "Gila, cemen banget nih gunung" pikir gue.
Di pos 4 terlihat begitu banyak orang yg berkumpul ketika kita beristirahat, gue spontan aja tanya
"Setelah pos ini susah ta bang medanya" tanya gue dengan percaya diri
"Wah susah dek, harus merangkak gitu naiknya.
Sepintas gue pikir cupu banget si abang, gak mungkin lah sampe merangkak, ngibul nih pasti.
Saat itu sekitar pukul lima sore saat pendakian ke pos bayangan dimulai. Gue yg awal yakin pendakian bakal berakhir mudah seperti pos sebelumnya dikejutkan dengan kebenaran omongan sang abang. Merangkakkk ndakinya . Jalan berbatu, gelap, kanan kiri jurang sontak membuat pendakian samgatlah sulit. Namun efek positifnya semua orang yg mendaki kala itu saling bekerja sama dan membantu satu sama lain. "Sumpah, rasa capek tidak kerasa jika suatu kesulitan dilakukan secara bersama"
Ketika hendak mencapai puncak bayangan kaki gue sempet kram, Sakit banget. Beruntunglah ada mas mas yang gue gak tau namanya dengan baik hati nolongin gue yg merana ini. Gila, gue kagum banget dengan kekompakan para pendaki ini, salut deh pokoknya. Singkat cerita, begitu sampai di puncak bayangan udara di sana sangatlah dingin dan kita pun memutuskan untuk segera membangun tenda. Nah, di sini kegoblokan dua temen super ini terjadi. adegan memasang tenda yang harusnya memakan waktu yg sangat singkat dan simpel menjadi sangat lama, hampir 2 jam adegan pasang tenda ini terjadi. Kualitas tenda pun sangatlah buruk, berkali kali angin kencang hendak merobohkan tenda bobrok di malam itu.
Hmm, di pagi harinya gue dan dio memutuskan mendaki Puncak asli (minus elga karena dia mengeluh kakinya terkilir) Puncak yg terlihat oleh mata sangat dekat begitu didaki sangat terjal (persis seperti perasaan cewek, kadang tak sesuai dengan yg terlihat). Gila susah banget ndaki puncak asli, udara yg sangat tipis serta jalan yg lebih berbatu dan terjal daripada puncak bayangan, membuat gue sempat hendak menyerah. Namun Dio dengan baik hati mengingatkan gue sangatlah eman sekali jika menyerah di tengah jalan seperti ini. Akhirnya dengan kemauan keras serta dukungan dio alhamdulilah dgn tenaga yg tersisa serta wajah yg lusuh semua gue berhasil mendaki puncak gunung untuk pertama kalinya,yeyyy☺
Yah,
itulah sedikit (banyak sih sebenarnya) pengalaman gue mendaki gunung. Kalo lo
punya pengalaman menarik lainya jangan segan segan komendi kolom komentar ya
guys.☺
Oh iya bagi lo yg suka baca novel (kumpulan cerpen) bisa beli novel gue yg berjudul "derita cewek jelek" di togamas surabaya kebun binatang guys.
Oh iya bagi lo yg suka baca novel (kumpulan cerpen) bisa beli novel gue yg berjudul "derita cewek jelek" di togamas surabaya kebun binatang guys.
Tag :
Liburan,
Secuil Kenangan Ketika Liburan
By : Story Of Life
Aih tak terasa liburan
sudah melanda, padahal rasanya baru kemarin aja saya masuk sekolah, berkumpul
dengan teman teman serta belajar bareng. Dan seperti kebanyakan siswa SMA,
liburan merupakan hal yang paling dinanti dan akan menjadi hal yang sangat
menyenangkan.
“Anak anak, besok
tanggal merah dan sudah saatnya kalian libur” Ujar Bu Guru
“Yee, asyik” Sontak
seluruh kelas bersorak dengan gembira
“Eits, tapi jangan
senang dulu. Kalian akan ibu berikan tugas menulis hal menarik yang terjadi
saat liburan”
Sontak seluruh kelas
terdiam. Tugas menulis? Hal yang membuat semangat liburanku sontak luntur dan
berantakan. Saya sama sekali tak bisa menulis, tak seperti kebanyakan cewek
yang suka menulis di diary. Saya sebagai cewek justru tak pernah sekalipun
menulis, apalagi pengalaman pribadi.
“Gimana nih sil? Kamu
bisa gak bantu aku nyelesain tugas menulis ini” Tanyaku dengan tatapan penuh
harap
“Aku? Bukanya gak
bisa, tapi menulis itu datang dari pengalamanmu sendiri, malah jadi jelek
hasilnya jika dibantu orang lain” Sahutnya dengan tegas
“Halah, tapi aku gak
pernah sama sekali menulis lo, lagian apa asyiknya juga nulis itu” Belaku
dengan Sewot
“Hahaha kamu masih
belum tau. Nulis itu datangnya dari hati, nanti kamu akan sadar betapa asyiknya
nulis itu” Tuturnya dengan penuh percaya diri
Mendengar penjelasan
itu membuatku sontak terdiam dan merenung. “Mungkin ada benarnya juga yang
dikatakan Silvi, tapi masa bodoh lah. Tugasnya kan masih dikumpulin lama”.
Batinku, selain direpotkan dengan tugas menyebalkan ini, ternyata liburanku
berjalan dengan gitu gitu aja dan snagat monoton. Saya hanya bisa lihat TV,
membantu ibu masak dan lebih sering tidur jika waktu sedang senggang.
“Ning, kamu liburan ke
mana. Aku bosan nih di rumah terus” Ucapku kepada seorang teman
“Gatau nih aku juga
bosan di rumah kerjaanya tidur melulu seperti sapi, eh ke Pare aja yuk” Ajak
Wening, sahabatku.
“Pare, Apa itu? Nama makanan ta” tanyaku dengan amat bingung
“Hahaha bukan, Pare itu nama kota di kediri. Di sana kita
bisa belajar bahasa inggris dan dapat banyak teman” Jawabnya dengan penuh
percaya diri
“Oalah, kita berangkat naik apa? Tanyaku dengan antusias
“Bareng keluargaku aja
naik pesawat, pare kan jauh” Jawabnya
Iya, pare memang
sangat jauh sekali letaknya, kota ini berada di kediri sedangkan kita di
kalimantan, terpaksa deh harus naik pesawat. Awalnya saya sempat tak percaya,
gak mungkinlah ada kota di mana kita bisa cepat bisa bahasa inggris. Dan perlu
kalian ketahui, pembelajaran di sana hanya memakan waktu 2 minggu. Yang lebih
membingungkan lagi, di sana itu terdapat banyak sekali camp untuk belajar, jadi
tak hanya 1 tempat pembelajaran.
“Kita belajar di camp
mana nih Ning” Iya gue manggil wening dengan panggilan ning (Sungguh panggilan
yang tak sedap didengar)
“Tau nih Fah, Di sini
campnya banyak banget lagi, aku kan jadi bingung” Jawabnya dengan memelas
“Kalo kata temen gue,
camp yang bagus itu Elfast. Tempatnya nyaman dan tak ketat pula aturanya”
Jawabku dengan percaya diri
“Yakin? Jika ternyata tempatnya jelek gimana. Kita akan
terperangkap selama 2 minggu lo di sana” Ujarnya dengan penuh kecemasan
“Iya juga ya, halah
gak papa wah. Dalam hidup kita kadang harus berani mengambil pilihan dan
resiko” Jawabku sok menasehati
Akhirnya setelah
melalui berbagai pertimbangan, kita pun memilih lembaga Elfast sebagai rumah
singggah sementara. Di hari pertama pembelajaran, ternyata rekomendasi dari
teman yang bernama Silvi ini benar adanya, saya dan wening mulai merasakan
kenyamanan yang diucapkanya ketika itu. Namun ternyata kami telat mendaftar,
sehingga pelajaran yang diperoleh pun kurang maksimal. Hari ini kami
mendapatkan 3 kelas. Yaitu kelas pronontiation, kelas Vocabulary dan
Elementary.
Di kelas Pronoun kami
diajarkan untuk mengucapkan berbagai kata dalam bahasa inggri dengan pengucapan
yang benar dan tepat. Kelas ini dimulai pukul 7 pagi dan 4 sore
Di kelas Vocabulary
kami diajarkan untuk mengahafal kata kerja yang terdapat di bahasa inggris,
jadi kami ditugaskan menghafal berbagai kata kerja dengan waktu yang telah
ditentukan. Jika tak hafal tepat waktu, muka kami akan dicoreti dengan bedak
bayi. Kelas Vocabulary akan dimulai pukul 9 pagi dan 12 siang
Dan yang terakhir, di
kelas Elementary. Kami akan diajarkan kemampuan dasar berbahsa inggris, mulai
dari menghafal Vocab, cara pengucapan yang benar sampai hal dasar dalam
berbahasa inggris diajarkan di sini. Kelas ini akan dimulai pukul 10 pagi dan 2
siang.
Yah jadi kalian tau
sendiri kan kalau jadwal kelasku sangat padat, paling waktu istirahat Cuma
sekitar jam 12 sampe 3 siang aja. Ditambah lagi saya sednang puasa ketika
mengukuti program ini. Yah jadi agak lemes gitu. Tapi gak apa, Guru dan teman
di sini anaknya baik dan menyenangkan semua kok. Itulah yang membuat belajar di
Elfast terasa menyenangkan dan tak menguras tenaga. Oh iya dari sekian banyak
kelas yang saya ikuti, terdapat 1 kelas yang sangat berkesan dan tak bisa
dilupakan
Kelas itu adalah kelas
Elementary. Ketika pertama kali saya berada di kelas ini saya pikir anaknya
sombong dan jaim. Anggapan itu masih tertanam di benak ketika ada 1 anak yang
bilang “Eh itu anak baru, suruh maju aja persentasi” Sontak saja membuat
pandangan saya terhadap kelas ini berubah. Inilah teman elementary ku
Namanya Firda, cewek
asal malng ini memiliki wajah yang cantik serta kulit putih. Cewek ini
berpawakan ceria dan suka banyak bicara di kelas,tak seperti aku yang cenderung
pendiam, jika tak salah cita citanya menjadi cheerleader dan dia sangat
mengidolakan maaron 5
Dia bernama Surya,
cowok 1 ini sangat berisik dan ramai di kelas. Jika dilihat dia sangat akrab
dengan teman kelas juga yang bernama Alam (Surya Homo mungkin -_-) dia tampak
genit karena sering menggoda sang guru yang bernama miss Sinta, belakangan ini
saya tau jika Surya suka lihatin aku, saya imut katanya, iuh.
Namanya Arrum. Cewek berjilbab ini merupakan kakak dari teman
kelas yang bernama Sakti. Berkulit putih, terlihat alim dengan jilbab yang dikenakanya.
Orangnya cenderung kalem tapi tegas. Dia sangat bercita cita menjadi seorang
dokter dan kelihatanya cewek ini rajin belajar dan suka membaca deh.
Dan yang terakhir, saya tak mau sebutkan namanya, Yang jelas
dia adalah cowok terganteng di kelas elementary. Anaknya cool, putih, tampan
dan gak banyak bicara, hal yang sangat jauh berbeda dari Surya yang sangat
menjengkelkan.
Oh iya 1 lagi, guru
pembimbing kami bernama Miss sinta. Cantik, pintar, ramah serta alim membuat
wanita ini menjadi guru favorit bagi para murid. Miss Sinta juga asyik kok
orangnya, kadang kalau kelas sepi dan terasa bosan dia sengaja membuat game
kecil atau menyetel lagu agar kami terhibur.
Yah itu sebagian sifat
teman di kelasku. Teman lain yang tak disebutkan juga tak kalaha asyik kok
orangnya, yang jelas kelas elementary is the best lah pokoknya. Sedih banget
rasanya ninggalin kalian semua guys :’(. Oh iya balik lagi ke tugas menulis yan
dikasih guruku tadi. Sepertinya benar yang dikatakan Silvi, menulis pengalaman
pribadi itu asalnya dari hati kita. Tugas menulis yang awalnya terasa
membosankan serta menyusahkan sekarang menjadi lumayan mudah untuk dilakukan.
Thanks ELFAST serta elementary class karena telah memberikanku inspirasi
menulis tugas ini. Yah daripada saya bicara panjang lebar tak berarti, langsung
kita mulai saja “Kisah Pengalamanku Saat Liburan”
Tag :
Liburan,

