Popular Post

Benarkah Cinta Itu Ada

By : Story Of Life



“Benarkah cinta itu ada jika kau sering disakiti oleh hal ini. Benarkah cinta itu ada jika kau tak percaya akan keindahanya. Benarkah cinta itu ada jika kau tak pernah dicintai. Ah lebih parahnya, benarkah cinta itu ada jika kau tak pernah mencintai dan menyanyangi”
“Huaa, kenapa semua cowok di bumi ini jahat Ma?”
“Jahat, ah gak juga, mungkin kamu aja yang kurang cinta ke cowok itu” Elak ibuku seketika
“Ah mama mesti kok, jika ada cowok jahat selalu nyalahin aku”
Gue Rika, dan selalu dikecewain cowok dalam hidup. Padahal menurut para temen gue juga bukan anak yang buruk rupa kok. Tak jarang juga yang bilang cantik, malahan jadi primodona kelas gue itu.. “Ayo Rik nonton, ayo Rik Hangout” Kumpulan kaliamt itu sudah teramat sering gue dapatkan.
“Bukan begitu, baiklah mama akan menceritakan sebuah dongeng tentang cinta dan kehidupan”
“Yah, cerita lagi. Nanti ujung ujungnya membosankan pasti”
“Kamu itu, coba dengarkan dulu baru komentar” Sergah Ibuku
Terdapat 3 kerajaan terbesar pada suatu zaman. Kerajaan tersebut diberi julukan kerajaan air, angin dan api. Ketiga kerajaan tersebut saling bersaing untuk menjadi yang terkuat dan terbaik. Setiap kerajaan memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Namun nampaknya kerajaan api sedikit lebih unggul dari kerajaan lain. Kalian tahu kenapa? Jika dilihat sekilas tak ada yang istimewa di kerajaan ini, penduduknya tak sekuat kerajaan angin, tak sepintar keraajan air pula. Kerajaan ini juga tak seberapa luas tempatnya, jauh dibandingkan 2 kerajaan yang terlihat luas dan megah. Lantas apakah rahasianya? Dari desas desus yang beredar, ternyata rahasianya yaitu penduduk di kerajaan api sangatlah ramah, jika ada orang baru berkunjung di sana mereka tak segan menyambutnya dengan amat bauk dan sopan, ah iya selain penduduk ada 1 rahasia utama mengapa kerajaan ini amat disegani oleh dunia.
***

Saat itu masih jam 2 malam, keadaan masih amat sunyi dan sepi. Terlihat sinar bulan dan bintang bersatu membentuk harmoni yang indah. Saat di mana setiap manusia sibuk tidur dan mengurus mimpinya masing masing.
“Ayo Bu, dorong terus sebentar lagi keluar, dorong terus”. Sayup sayup terdengar suara di suatu tempat
Rumah sakit itu tak terlalu luas, lebarnya mungkin hanya seperempat dari rumah layak huni jaman sekarang. Jumlah dokter dan suster yang bertugas juga sangat sedikit, bahkan bisa dihitung dengan jari. Dengan keadaan seperti ini, tentu teramat merepotkan jika banyak pasien sakit mendadak dan harus segera dirawat. Pria ini terlihat tegang sekali, sudah 2 kali dia mondar mandir di tempat yang sama dengan tujuan tak jelas. Nampaknya dia sudah lelah karena terlalu lama menunggu. Wajahnya juga memancarkan kekawatiran luar biasa, mungkin sudah banyak pikiran negatif yang timbul di otak pria malang  ini.
“Oek, oek….” Tiba tiba terdengar suara tangis amat keras di ruang persalinan
“Alhamdulilah bu, anaknya sudah lahir dengan selamat dan sempurna” Ucap salah satu suster teramat senang
Suasana hening, sang Ibu tak kunjung menjawab ucapan selamat dari perawat, sekoyong koyongnya perawat yang baru saja amat senang sekarang terlihat sangat terkejut dan tak bisa apa apa, begitu pula dengan pria yang berwajah tegang tadi.
Keluarga ini sudah menikah selama 15 tahun, namun tak kunjung dikaruani seorang anak. Pasangan ini sangat sempurna. Gagah, bijaksana, putih, tinggi, cerdas serta hal indah lainya melekat di diri sang pria, sementara kriteria yang diidamkan oleh hampir semua cowok di bumi cukup menggambarkan ciri ciri sang wanita. Mereka pasangan yang saling mencintai satu sama lain, di suatu siang yang cerah tiba tiba sang istri mendadak muntah dengan alasan tak jelas.  “Ah palingan juga cuma masuk angin”. Batinya saat itu. Si suami yang khawatir langsung saja membawa ke dokter, dan hasil pemeriksaan amatlah mengejutkan, Perempuan itu tenyata hamil! Si pria terlihat amat senang.

“Semoga saja istriku tak meninggal” Guman pria dalam hati
Firasat negatif itu ternyata benar terjadi, Si wanita sempurna itu akhirnya meninggal dengan tenang setelah melahirkan anak yang tampan. Sang pria dan suster sampai tak bisa berkata apa apa melihat kejadian ini terjadi dengan amat cepat.
Begitu membuka matanya untuk pertama kali, bayi itu justru tak melihat siapapun yang ada di dekatnya, dia juga tak dibacakan azan oleh sang Ayah, keadaan yang begitu aneh untuk bayi yang baru lahir.
“Apa yang kau cari dalam hidup ini? Kebahagiaan atau kebencian, bukankah keduanya sebetulnya sama saja. Diperlukan hati yang bersih untuk menyadarinya Yakinlah, hanya  cinta tulus  dapat mensucikan hati yang bahkan sekeras batu sekalipun” Bisik sang perempuan sangat pelan
“Sial, lagi lagi aku mengalami mimpi yang sama” Gumanya dalam hati. Dia bernama Dewa, anak dari pria gagah tadi. Dan sekarang sudah berusia 5 tahun. Dalam perkembanganya, dia sama sekali tak merasakan kasih sayang dari seorang Ibu dan tak tau ibunya siapa, tak heran bila Dewa sudah dapat bicara kasar saat usia masih sangat kecil
“Dasar anak tak berguna, bisanya cuma tidur doang. Cari sekolah sana, sudah teramat  muak saya melihatmu.” Bentak sang pria gagah itu suatu ketika
Sang pria gagah sangat kasar kepada Dewa, dia masih depresi dengan kematian istrinya yang begitu mendadak dan cepat. Pria ini mendidik dewa dengan teramat keras, bayangkan saja di usia yang masih 5 tahun Dewa disuruh mendaftar SD sendiri.
Seperti jaman sekarang, hutan ini juga menerapkan pendidikan. Pemerintah juga mewajibkan belajar, bedanya pemerintah Cuma mewajibkan belajar selama 7 tahun di sini. Pendidikan dibagi menjadi 3 tahap. Yaitu sekolah dasar, sekolah menengah serta sekolah ketrampilan. Di sekolah dasar para siswa diajari cara berburu, cara membaca dan menulis serta cara berbicara, di sini diwajibkan belajar selama 3 tahun. Pada sekolah menegah, diajarkan cara berinteraksi antar siswa, cara bertanggung jawab dan bersikap dengan sopan serta cara menghormati orang lain. Dan pada tahap terakhir, diajarkan cara untuk menjadi mandiri, cara berburu tahap akhir serta dipersiapkan untuk menjadi pemimpin bagi hutan ini.
Sekolah ini terlihat amat indah, berada di tengah tengah gunung dan hamparan sungai bening membuat hati setiap orang yang melihatnya menjadi amat tentram, siswanya juga sangat rupawan dan menawan. Cocok sekali sekolah ini dilabeli menjadi unggulan. Para staf guru dan pengajar di sini juga amat ramah, di sini juga sediakan banyak jajanan untuk megeyangkan perut. Keadaan yang sangat sempurna. Dan yang lebih mengejutkan lagi, Dewa mengetahui semua hal ini dengan mencarinya sendiri tak dibantui siapapun. Di usia sekecil ini jiwa mandarinya sudah sangat terlihat, hal itu mungkin karena didikan keras dari sang Ayah
“Hei, bagi duit dong. Gue lapar nih” Gertak Dewa suatu siang
“Ampun kak, saya cuma punya duit segini” Ucapnya dengan amat tegang sembari mengeluarkan beberapa uang receh.
“ Gak papa, ini cukup kok buat makan, hahaha” Tawanya sembari meninggalkan pergi junior tadi.
Dewa sekarang sudah kelas 3 di sekolah dasar, dia murid yang sangat pintar dan pemberani. Di usia sekecil itu dia sudah pandai membaca, berhitung serta berburu binatang. Ah iya dia juga bisa bertanggung jawab serta cara bersosialisasi dengan baik, hal yang harusnya dipelajari ketika sekolah menengah. Para guru sangat keheranan dan kagum  dengan kemampuanya, namun di balik sifat kagum ternyata tak seikit pula staf guru yang tak senang dengan sikap Dewa. Dia sudah sering sekali bertingkah kasar serta memalak adik kelas seperti yang dilakukanya siang tadi. Sifat kasar dari pria gagah sukses menjadikan Dewa anak yang kasar serta gila hormat.
“Ibu, ada permen lezat, aku belikan yaa, ya ya? Rengek seorang murid ketika pulang sekolah
“Tentu nak, ini untuk kamu” Jawab Ibunya sambil memberikan permen lollipop yang terlihat lezat.
“Wah makasi Bu” Ujar sang anak sembari memeluk Ibunya.
Dewa yang tak sengaja melihat pemandangan itu tanpa sadar menetaskan air mata, walaupun Sang pria gagah tak memberiatukan bahwa wanita cantik itu telah tiada, dewa dapat mengetahui keadaan sebenarnya berkat kecerdasan otaknya yang amat sangat. “Tes, tes, tes” tak lama setelah air mata itu menetes ke tanah, langit juga ikut menangis, hujan pun turun. Ah langit juga dapat memahami perasaanku ternyata, ujar Dewa dalam hati.
“ A.. Aku suka kamu wa, ma.. maukah kau terima bunga ini” Ucap seorang cewek teramat gugup di suatu pagi yang cerah
“ Ha.. Apa aku gak denger? Ucapnya teramat angkuh
“ Aku Suka ka.. kamu !!! Ujarnya sedikit lebih keras namun sangat malu mengatakanya
“Ga penting lo itu, kasih aja bunganya ke cewek lain” Ujarnya lantas pergi meninggalkan wanita pembawa bunga itu
 Begitulah Dewa, karena tumbuh tanpa kasih sayang seorang Ibu. Jadilah dia pribadi yang tak mengindahkan kasih sayang dan cinta. Baginya itu semua hanya omong kosong belaka dan tak berguna. Didikan keras dari Pria gagah itu sukses membuat hatinya sekeras batu sekarang. Dia lebih senang mendapatkan rasa hormat dibandingkan rasa cinta, tak heran bila dia berlagak preman di sekolah.
“Seperti seseorang yang sepotong hatinya pernah patah, perlahan lahan dia akan lupa cara mencintai itu bagaimana serta lupa keindahan mencintai itu seperti apa, hatinya akan menjadi sekeras batu dan tak suci lagi. Diperlukan cinta sejati untuk menyembuhkan penyakit seperti ini”
Karena kepintaran dan ulah dibuatnya, akhirnya pihak sekolah meluluskan Dewa hanya dengan waktu 2 tahun. Kehidupan di Sekolah menengah juga sama saja, dia masih mencari sekolahnya sendiri. Sekolah menengahnya pun terkenal di hutanya. Hawa sejuk, tempat luas, para murid cantik dan tampan serta staf guru juga teramat baik. Namun sifat Dewa sama sekali tak berubah, walapun dia masih sangat jenius, namun sifat gila hormat dan nakalnya makin menjadi jadi. Dia jadi makin sering malak, seniornya malah ini yang diperlakukan begitu. Perbuatan yang sangat berani. Singkat cerita pihak sekolah pun pusing dan langsung saja meluluskan Dewa hanya dengan waktu 2 tahun seperti ketika sekolah dasar.
 Bersambung Guys. Kalo ingin tahu kelanjutan kisahnya silakan beli novel "Derita Cewek Jelek" di Togamas kebun binatag yaa :-)
Tag : ,

Thanks for 5000 viewer

By : Story Of Life





 Makasi kalian uda mau repot repot baca tulisan yang bisa dibilang gak penting ini...

 Makasi kalian uda mau konsisten jadi pembaca setia yang buat blog ini semakin berkembang tiap harinya..

 Thanks buat fans yang selalu dukung karya ini hingga sebanyak ini pengunjungnya (menurut gue pribadi sih)..

 Makasi juga buat haters yang setia jadi penggemar yg kadang lebih tau tentang gue daripada fans biasa..

 Makasi buat kalian, yang kasih dukungan dan percaya kalo gue bisa buat karya bagus..

 Makasi juga buat Guru B Indo, yang dulu sudah hilangin tulisan pertama gue. Tanpa Ibu, blog ini gak akan pernah terbentuk... Thanks a lot..

 Tak lupa thanks buat para wanita di sana yang telah atau sempet PHP in gue sehingga buat cerita di sini lebih berkembang..
  
Makasi juga buat Dewangga, yang ajarin cara ngeblog dan editin tampilan blog ini..

 Yah gue emang gak bisa bikin kata kata indah hingga kalian tersanjung pada tulisan ini. Tapi intinya gue hanya ingin sampaiin ucapan terima kasih yang tulus kepada kalian semua pengunjung setia blog ini, big thanks for you guysssssss......... :-D
Tag : ,

Kisah Cahaya Bintang

By : Story Of Life





 Orang bilang bintang terletak sangat jauh di sana. Di antara langit malam dan tak mungkin terlihat jelas oleh penglihatan manusia

 Kadang terpikir olehku, darimanakah indah sinar bintang itu berasal? Apakah dapat kugapai dan kusimpan untuk diriku kehangatan sinarnya?

 Sampai aku bertemu denganmu. Keindahan yang tak dapat dilukiskan oleh pelukis terhebat sekalipun

 Dirimu memang tak bersinar seperti bintang, namun di matamu ada sesuatu. Sesyatu yang tak pernah kutemui di sepasang mata yang lain, bagai bintang indah yang bersinar di repupnya malam

 Namun ada yang aneh. Dari sekian keindahanmu itu, kau selalu murung, memandang segala hal dengan pesimis. Seakan kau tak bisa melakukan hal berguna untuk dirimu ataupun orang lain

 Tak sadarkah kau bahwa dirimu memiliki sinar? Mengapa engkau memilih untuk meredamkan sinarmu? Bila ku bisa membuat dirimu kembali bersinar, matamu kembali berbinar, tentu sudah kulakukan!

 Tapi adaya, aku hanyalah sebuah lentera lampu yang bersinar  di malam hari. Sinarku redup, tak seperti kau. Namun aku mampu melihat dunia dengan pemikiran positif. Berani mengambil resiko dalam hidup, tak seperti kau yang selalu takut menantang dunia

 Mungkin duniaku dan duniamu berbeda. Maafkan diriku yang mungkin sama sekali tak mengerti apa yang menjadikan “bintang” itu redup. Tapi percayalah padaku, janganlah kau takut menghadapi kehidupan ini. hidup memang jahat, memang kejam. Namun simpanlah semua yang baik dalam hatimu, niscaya sinar itu akan selalu terpancar di matamu

Aku selalu mengagumi. Seringkali ku diam diam melihat fotomu di kala malam menjelang. Seingkali ku mendengar suaramu di antara semua gaduhan malam ini. Aku mengagumi dalam diam dan sepi

 Namun aku tak ingin seperti ini terus. Aku ingin kau ada jauh di sana, seperti bintang yang kulihat dari kejauhan. Aku ingin kau ada di sampingku, menerangi hatiku bagaikan lentera kecil yang redup namun sinarnya sungguh berharga.

 Sampai hari itu, kulihat kau bergandeng tangan denganya. Saling menatap memadu kasih. Sial! Nampak sangat serasi. Dia yang akhirnya bisa membuatmu berani menantang dunia, dia yang juga tak sempurana sepertiku. Namun dia lebih berani mengambil resiko dengan mendekati sinar sempurna sepertimu

 Aku ingin menyalahkan diriku sendiri, yang Cuma “lentera kecil”, kemana mana dibawa oleh manusia. Tidak sepertimu “bintang” nun jauh disana, begitu jauh dariku. Begitu bebas, begitu lepas. Tak kusangka ternyata kita begitu jauh dari satu sama lain, benar saja bahwa kau tak bisa melihatku! Oh, atau kau harus ku koreksi, bahwa kau tak ada keinginan untuk melihatku, setitk saja? Tidakkah dari sana kau melihat diriku yang bersinar sayup sayup?

 “Cantik sekali kau lentera malam” uajr sang cahaya sempurna itu. Walaupun sudah punya kekasih, namun tetap saja aku masih mengagumimu. Di malam hari aku selalu keluar rumah dan mencuri pandang ke arahmu yang berdiam diri di sana, dengan ekspresi seperti itu. Aku selalu berharap kau menyapaku suatu saat kelak

 NB: Yee, akhirnya tulisan baruku keluar juga setelah sekian lama vakum. Big Thanks buat Livia Tanujaya mahasiswi cantik psikologi dari UBAYA yang telah menyumbangkan idenya untuk sebagian isi dari cerita ini, thanks for your timeeeeeee :-D






Tag : ,

Arti Bahagia

By : Story Of Life






Hi guys. Kembali lagi dengan calon penulis yang selalu galau dan nampak jombli, hehe. Di kesempatan kali ini gue mau ganti topik bahasan, jadi selama ini yang biasanya Cuma bikin artikel gak jelas, puisi atau bahkan kisah pengalaman pribadi. Sekarang gue coba mencari tau apa “arti kebahagian” itu. Dengan banyaknya penduduk Indonesia gak adil dong kalo gue yang nyimpulin arti kebahagia, so cus kita lihat sekumpulan jawaban para temen temen gue, bahagia itu saat kalian ngapain sih (Kita pakai inisial nama aja ya biar lebih sopan):
 U: Bahagia itu saat mau berak, ngeden lama terus keluar (Sumpah ini jawaban paling ngaco :-D)
 B: Bahagia itu saat kita punya pacar yang pengertian
 A: Bahagia itu saat tidur, kita bisa nenangin pikiran dan hati
 N: Saat apa yang kita inginkan bisa terwujud semua
 O: Bisa buat orang orang tercinya tersenyum (Ciee, mendadak baper gue setelah denger jawabanya)
 Ni: Orang yang disayang ada buat kita (Lah, kalo jomblo gimana kak? :-( )
 S: Saat bisa membuat orang tua bangga
 V: Saat tugas bisa terselesaikan semua (Anak kuliah banget)
 S: Saat lihat orang yg disayang tersenyum bahagia, walaupun kadang bukan kita yg buat dia tersenyum
 Ma: Saat banggain orang tua
 Mb: Saat kumpul dengan sahabat dan keluarga (Yes bener banget jawabanmu, dengan ini kaum jomblo bisa juga bahagia :-D)
 T: Ketika bercanda dengan sahabat, serta dianggap di kelas
 D: Ketika ngerjain apa yang dipingin (Passion gitu lah istilahnya)
 F: Ketika menjelajahi kota yang baru (Jiwa traveler nih anak, keren)
 Da: Lihat orang yang disayang bahagia (Yah, jawabanya sama kayak tadi)
  I: Ketika bisa kembali bersama engan orang yang disayang (Jiahh, habis dari mana neng??)
 De: Ditemani orang yang disayang
 Li: Ketika bisa melakukan sesuatu yang berguna
 Fa: Ketika merasa bersyukur atas pemberian tuhan (Ciee alimnya, aku juga bersyukur kok punya temen kayak kamu :-), jadian yuk?)
  O: Ketika ditraktir apa aja bisa makan dan nonton
  Va: Ketika bisa lakuin apapun tanpa dikekang (Setuju!!!)
  C: Ketika bisa meraih impian
 M: Ketika gak ada masalah
 W: Ketika ortu semangatin kita saat jatuh (Iya, bener banget kamu :-) )
 N: Ketika melihat orang sekitar tersenyum (Makasi yaa, jadi gak berasa jomblo gue :-D)
 D: Ketika bisa traveling keliling dunia (Bener itu, gue juga pingin :-D)
 A: Ketika sukses nikung orangg yang disayang :-D
 Yah itu sekian pendapat dari para temenku. Makasi ya buat kalian yang mau jawab pertanyaan dari gue kemarin malem itu, dan buat kalian yag penasaran buat apakah pertanyaan itu? So, inilah jawabanya guys :-D



Tag : ,

Truth Of Me

By : Story Of Life




Hi guys.. ketemu lgi dengan calon penulis yg selalu galau.. uda lama banget ya gue gak posting lgi.. maaf ya, gue akhir akhir ini sering sibuk (serasa artis). Kalian kangen kan sama gue :-D. Ok kali ini gue akan bahas suatu hal tentang "truth of me". Pos kali ini akan bahas tentang diri gue yg sebenranya.. jadi lupain deh pos yg bisanya isinya seneng, gembira dan hura. Langsung kita mulai aja yaa.
Namaku surya, gue terlahir dari keluarga yg bisa dibilang utuh. Punya ayah, ibu dan 1 kakak perempuan. Keluarga kecil ini sangat sayang ke gue, terutama ibu. Bisa dibilang terlalu.
Saat SD mamaku uda nganterin gue sekolah kadang nungguin juga. Dan sifatku dulu masih biasa aja, maklum kan anak sd.
Ketika SMP keadaan tak jauh berubah. Sekolah masih dianter, bahkan sampai masuk gerbang. Badan gemuk, botol minum dikalungin serta baju dimasukin sempurna membuat gue sempet dibully fisik ataupun material di SMP.
Dan bodohnya, gue biasa aja dan tak ngebantah ortu tentang semua perhatianya ini. Oh iya gue di saat smp gak seperti sekarang yg rame bgt, pendiem gue kala itu. Gak punya banyak temen serta agak culun gitu, gatau jga kenapa hal itu bisa terjadi.
Oh iya soal cewek saat SMP jga tak berhasil, gue pernah mengagumi seseorang dan berfikir dia akan suka gue kalo badan ini kurus. Otomatis deh gue sering olahraga di rumah sit up maupun push untuk membuat tubuh ini lebih sedap dipandang.
Sempet berhasil sih berat gue berkurang kurang lebih 15 kg, tapi si dia ternyata biasa aja, nyapa pun engga. Gue masih terlalu bodoh mendifinisikan cinta kala itu
Gue juga pernah jadi orang lain ketika suka ke orang. Pura pura suka nonton korea karena si doi demen banget sama film drama itu. Gue juga baik baikin dia, kasihin boneka atau yg lainya. Akhirnya dia cuma nggapap gue baik aja, gak lebih. Gue juga pernah ikut ekskul basket hanya karena suka ke cewek, gak penting banget kan.
Saat SMA, keadaan tak jauh berbeda. Gue masih dioverin sama ortu, keadaan yg menyebalkan. Tapi di tahap ini gue mulai berontak ke ortu, agak ekstri emang. Yg sayang sekali gak bisa gue bagi cerita di sini.
Kelas 1 SMA merupakan saat terburuk di hidupku, gue yg sering melawan kehendak ortu sering menimbulkan cekcok di rumah dan membuat konstrentasi di sekolah terganggu.
Dan gak tau kenapa, saat keadaan gue kacau parah. Gue jadi anak yg rame dan ceriadi kelas, suka cari perhatian ke temen maupun guru. Dan mereka jga sering keganggu dengan sifat ini
"Temen yg paling rame atau ceria kadang dialah yg paling banyak menyimpan kesedihan". Yah itulah yg gue rasain saat itu.
Baru mulai mencari jati diri dan terlambat puber membuat gue jadi pribadi yg malu maluin atau gak tau malu, apalagi soal cewek.
Saat itu gue banyak banget ganjen ke cewek, dan kebanyakan ditolak juga :-D. Udah berbagai alasan yg gue terima ketika ditolak. Mulai dari kamu terlalu baik atau terlalu lucu buat aku dan alasan bullshit lainya udah gue terima semua.
Gue inget pernah bela belain ngerjain tugasnya dia sampe ngelembur pagi eh waktu gue kasihin tugasnya udah dikerjain orang lain, gue inget pernah nemenin setiap hari dia bbm an sampe tahub baru pun gue temenin komunikasi, eh dianya malah suka sama orang lain. Dan yg paling gue inget pernah suka ke anak lama bgt, akhir akhir ini aja perasanya uda agak hilang. Dia uda pacaran 3 tahun soalnya, males aja deketin pacar orang gue.
Hmm oh iya yg soal olahraga basket itu waktu SMA masih gue ikuti, dan alhamdulilah lumayan serius juga. Waktu kelas 2 SMA timku akhirnya ikut DBL, udah berbagai latihan keras yg kita lakuin ketika itu. Mulai dari sering sparing sampai latihan full ketika puasa. Semua lancar lancar aja sampai akhirnya gue inget banget tim ini kalah oleh sma di luar surabaya.
Hancur banget saat itu, momen terburuk ke 2 dalam hidup . Juga ada 1 insiden kecil yg lukanya masih membekas di tangan ini yg lagi lagi gak bisa gue ceritain di sini.
Gue pun akhirnya memilih off basket. Suatu hari ketika pelajaran bindo di sekolah guru gue memberi tugas "menulis pengalaman menarik". Dan gak tau kenapa, gue sangat semangat sekali ngerjain tugas ini. Gue langsung suka nulis sejak itu. Tugas pun gue kumpulin dengan penuh semangat dan harapan membumbung tinggi agar sang guru suka. Setelah ditunggu beberapa hari eh taunya tugasnya diilangin gurunya, bangke emang guru itu.
Akhirnya gue pun mulai bikin blog untuk masukin tulisan yg tdi. Awal awal sih pasti banyak yang hina pos blog ini. Yg baca juga masih dikit, tapi gue gak nyerah. Gue anggap hinaan itu sebagai motivasi yg alhamdulilah pada akhirnya pengunjung blog gue semakin bertambah banyak dan lumayan sukses, hehe. grin emotikon
Makasi buat guru b indo yg saat itu udah ngilangin tugas ini dan membuat gue semakin terpacu menulis cerita. Hmm kita singkat aja ya cerita ini biar gak kebanyakan dan lo gak bosen baca :-D
Akhirnya gue bisa launcing novel berkat dukungan berbagai pihak. Orang tua, sahabat, serta sekolah menulis "sirikit school of writing" dan pihak lainya yg sangat membantu gue, makasi banget :-D. Tapi novel ini masih belum banyak yg beli.. mohon dibeli yaa murah kok cuma 20 ribu aja :-D.
Gue juga manusia biasa, yg selama ini kalian anggap gue selalu ceria sebenernya itu salah besar, gue kadang juga menyimpan kesedihan yg luar biasa juga kok
Gue juga pernah down, pernah ngerasa hidup ini gak berguna, pernah menyerah untuk lanjutin hidup ini. Tapi gue mesti mikir, eman sekali gue nyerah, masih ada orang yg sayang banget ke gue dan berfikir gue bisa laluin ini semua. Masih ada orang yg ingin lihat gue tersenyum setiap hari, that's my mom, thanks so much.
Gue juga manusia, yg bisa juga galau karena keseringan ditolak cewek, cuma dimanfaatin sama temen dan perlakuan gak nyaman lainya.
Gitu aja sih. Gue gak sekuat yg kalian pikir kok sebenarnya, gue cuma mencoba aja untuk kuat dalam menjalani rintangan hidup ini. Karena jika kita gak menyemangati diri sendiri, trus siapa lagi yg lakuin hal itu? Orang lain kah, atau orang tua. Tidak, semua masalah pada dasarnya yg bisa menyelesaikan cuma kita sendiri aja kok :-D
Yah itu aja sih. Sorry kalo kepanjangan, "truth of me" i versi gue. Komen di pos sini yaa bagaimana truth of me versi lo. Bye guys, makasi banyak udah luangin waktu baca pos ini

- Copyright © Cerita Remaja - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -